Topan Super Hagibis Landa Jepang, Dunia Lambungkan #PrayForJapan

Langit di Jepang telah berubah warna menjadi pink sejak beberapa jam yang lalu jelang munculnya Topan Super Hagibis.

KLIKTREN.com – Tagar #PrayForJapan dilambungkan warganet ke puncak trending topic Twitter dunia menyusul akan adanya Topan Super Hagibis. Diketahui, warga Jepang saat ini tengah bersiap menghadapi ancaman topan yang berpotensi menjadi topan terkuat dalam 60 tahun.

Beberapa saat sebelum Topan Super Hagibis melanda wilayah daratan Jepang, cuaca di Negeri Sakura itu dilaporkan mengalami perubahan.

Laman Standard.co.uk pada Sabtu (12/10/2019) pagi menyebutkan, langit di Jepang telah berubah warna menjadi pink alias merah muda sejak beberapa jam yang lalu.

https://www.youtube.com/watch?v=jzCml5Lc0yk

Trending11 Potret Chetryn Peto, Saudari Betrand Peto yang Bersuara Merdu

Topan Super Hagibis Akan Melanda Jepang

Topan Super Hagibis, yang berarti “kecepatan” dalam bahasa Filipina, diperkirakan mencapai Nagoya di Jepang tengah pada Sabtu (12/10/2019) pagi.

Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan akan adanya hujan lebat yang disertai angin kencang, gelombang tinggi, dan badai. Lembaga tersebut juga telah mendesak masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan dan antisipasi.

Topan Super Hagibis diperkirakan baru akan mereda setelah 24 jam ke depan, artinya Sabtu malam 12 Oktober 2019 waktu setempat, barulah Jepang diperkirakan aman.

Laporan badan cuaca Inggris, Met Office menyebutkan, pada Jumat sore 11 Oktober 2019, Topan Super Hagibis telah berjarak sekitar 400 mil dari Jepang.

Langit Jepang Jelang Topan Super Hagibis – @HannyZayn

Trending5 Potret Cantik Sang Kekasih yang Diwisuda Bareng Kaesang

Lebih Dahsyat dari Topan Faxai 

Badan Meteorologi Jepang juga menyerukan masyarakat bersiap agar yang terjadi bulan lalu, ketika Topan Faxai melanda Jepang timur, tidak kembali terjadi. Dampak dari topan Faxai, tiga orang dilaporkan tewas dengan puluhan lainnya luka-luka.

Saat itu, sekitar 930.000 orang kehilangan pasokan listrik dengan sebagian daerah membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk pulih sepenuhnya. Rumah sakit terpaksa mengandalkan generator darurat, mesin ATM tak berfungsi dan persediaan makanan di supermarket mulai busuk.

“Saya memutuskan untuk pergi ke rumah orangtua saya di prefektur Saitama pada akhir pekan,” kata Yuki Hori warga Yokohama, dilansir Kompas (12/10/2019).

“Topan bulan lalu benar-benar buruk dan saya khawatir kali ini akan menjadi lebih buruk, jadi saya memutuskan untuk pergi langsung selesai bekerja pada Jumat malam,” tambahnya.

TrendingPotret 5 Anak Seleb Tanah Air yang Mirip Orang Tuanya

Kazuhisa Tsuboki, profesor di Universitas Nagoya, yang khusus mempelajari topan, memperingatkan bahwa topan kalo ini berpeluang menjadi jauh lebih kuat dibandingkan Topan Faxai.

“Saat mendekati daratan angin kencang akan menjadi masalah besar dan penduduk di Nagoya dan Tokyo akan berada dalam bahaya,” jelasnya.

“Karena badai ini lebih kuat, angin yang dibawa akan lebih kuat, curah hujan lebih tinggi, dan kerusakan akan lebih parah dibanding yang ditimbulkan Faxai. Jadi warga harus lebih berhati-hati.”

“Ketika sampai di daratan, Hagibis bisa menjadi salah satu topan terkuat yang menghantam Tokyo sejak 1958, ketika Topan Ida menerjang. Saat itu menjadi bencana serius dan lebih dari 1.200 orang meninggal,” tambahnya.

Menurut Tsuboki, hujan lebat yang dibawa angin topan ini akan menjadi lebih buruk. Topan ini kemungkinan akan menyebabkan banjir parah dan tanah longso di lereng bukit yang telah dilemahkan oleh hujan.

Antisipasi Dampak Bencana

Perdana Menteri Jepang, Shinzu Abe diketahui telah memerintahkan menteri kabinetnya untuk melakukan yang terbaik untuk keselamatan rakyat negeri Jepang.

Sementara itu, ajang balap jet darat Formula 1 yang rencananya digelar di Jepang juga terdampak fenomena Topan Super Hagibis ini.

Penyelenggara Formula 1 memutuskan memundurkan balapan jet darat ke Minggu 13 Oktober 2019 untuk menunggu Topan Super Hagibis lewat dari Jepang.

https://twitter.com/AriestaRiico/status/1182848720385105920

TrendingSelingkuh Dengan Dokter, Bidan Cantik Ini Digerebek Suaminya

Sejak Sabtu pagi, warnet dan publik dunia telah mengarahkan mata ke Jepang. Melalui unggahan-unggahan di media sosial, publik dunia berharap warga Jepang tidak begitu terdampak dengan badai super tersebut.

Di dunia maya khususnya Twitter, sudah muncul tagar #SaveJapan dan #PrayForJapan jelang sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat Jepang menghadapi Topan Super Hagibis.

Artikel Sebelumnya11 Potret Chetryn Peto, Saudari Betrand Peto yang Bersuara Merdu
Artikel BerikutnyaAnggota TNI Dicopot dari Jabatannya Gara-gara Postingan Istri di Medsos