Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Bintang Emon Kritik Pakaian Dinas Mewah DPRD Tangerang: Terlalu Bagus untuk Baju Tidur


Tips Trend - Komedian Bintang Emon turut memberikan kritik atas anggaran pengadaan pakaian dinas anggota DPRD Kota Tangerang yang menggunakan merk mewah, Louis Vuitton.

Dalam unggahan video pada akun Instagram pribadinya, Bintang Emon menyuarakan pendapatnya dalam nada sindiran. Ia menyebutkan, pakaian bermerek Louis Vuitton terlalu bagus untuk dijadikan baju tidur oleh anggota DPRD Kota Tangerang.

"Ye, kocak bener. Modal baju partai pengen dapet baju Louis Vuitton sekarang. Investasi lu kebagusan," sindirnya dalam video yang diunggah pada Selasa (10/8/2021).

"Kalau boleh usul nih, Pak, Bu. Louis Vuitton itu terlalu mewah, terlalu mahal, terlalu bagus untuk sekadar baju tidur. Eh, gimana?" lanjut juara Stand Up Comedy Academy 3 tersebut.

Baca: 10 Fakta Ariel Tatum, Lebih Pilih Diselingkuhi Ketimbang Jadi Pelakor

Kalimat terakhir Bintang Emon merupakan sindiran atas kebiasaan anggota DPR/D yang sering tertangkap kamera sedang tertidur saat sidang paripurna.

Dengan kata lain, komedia pemilik nama Gusti Muhammad Abdurrahman Bintang Mahaputra itu menyindir sekaligus menyayangkan para pejabat yang menuntut banyak hak sementara kinerja mereka kurang memuaskan di mata rakyat.

Bintang Emon Kritik Pakaian Dinas Louis Vuitton DPRD Tangerang
Instagram/bintangemon

DPRD Kota Tangerang Batal Pakai Louis Vuitton

Pengadaan seragam dinas anggota DPRD Kota Tangerang menggegerkan publik. Pasalnya, baju dinas itu disebut akan memakai bahan mewah merek ternama seperti Louis Vuitton dan Thomas Crown.

Anggaran yang dibanderol pun cukup fantastis, yakni mencapai Rp675 juta dengan ongkos jahit sebesar Rp667,6 juta.

Pengadaaan ini sontak membuat publik geram. Kritik pedas pun ditujukan untuk DPRD Kota Tangerang.

Menanggapi ramainya pengadaan seragam dinas bermerek itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo akhirnya buka suara.

Baca: Bak Kembar, 10 Foto Miripnya Ariel Tatum dan Jihane Almira

Gatot beralasan bahwa pihak DPRD Kota Tangerang tidak pernah menunjuk atau menyebut merek saat pengadaan seragam dinas tersebut. Ia pun mengaku bingung.

"Jadi langsung saya jawab, pertama kita tidak pernah unjuk merek, kita tidak pernah nyebut merek, proses merek itu lahir saya enggak tahu pasti, tapi analisis saya itu bisa saja saat proses lelang," jelas Gatot dikuti Detikcom, Selasa (10/8/2021).





"Kita DPRD enggak pernah nyebut merek, itu yang perlu kita luruskan dari awal."

"Kedua bingung kita, kadang saya bingung kok ramainya pada saat ada pemenang, bukan pada saat proses, karena bicara pengadaan baju barang setahun sekali," lanjut Gatot.

"Seluruh DPRD kabupaten/kota se-Indonesia juga mengadakan, termasuk DPRD provinsi, dan untuk asas keadilan tolong dicek juga dong."

Baca: Nikita Mirzani Kaget, Alasan Celine Evangelista Hilang Keperawanan di Usia Belasan

Gatot pun mengatakan bahwa pengadaan seragam dinas untuk tahun ini terpaksa dibatalkan. Pembatalan ini dilakukan karena adanya banyak kritik yang terjadi. Ditambah, situasi saat ini yang masih pandemi Covid-19. Namun untuk teknis selanjutnya akan diserahkan ke pihak Sekwan.

Dengan pembatalan ini, anggota DPRD Kota Tangerang disebut tidak akan memiliki seragam dinas baru pada tahun anggaran 2021.*