Rebutan Janda, Kasatpol PP Makassar Terancam Dihukum Mati

Kliktrend.com – Kasatpol PP Makassar, Muhammad Iqbal Asnan terancam dihukum mati setelah terlibat dalam kasus pembunuhan yang sedang viral di media sosial.

Setelah ditelusuri, kisah cinta segitiga antara sesama ASN di lingkaran pemerintah kota  Makassar ternyata menjadi alasan hingga Najamuddin Sewang tewas ditembak.

Trending: Raffi Ahmad Sebut Nita Gunawan Kalah Jauh dari Nagita Slavina

Menariknya, semua orang yang terlibat dalam kisah cinta terlarang ini sudah memiliki keluarga masing-masing.

Rebutan Janda


ASN yang diduga menjadi rebutan mereka akhirnya diungkap oleh Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto.

Danny Pomanto mengakui mengenal janda yang diperebutkan Kasatpol PP Makassar dengan pegawai Dishub tersebut.

Danny Pomanto membeberkan identitas janda berinisial R itu. Namanya Rachmawaty, biasa dipanggil Rachma.

Trending: Samakan Raffi Ahmad dengan Binatang, Tiara Andini Dihujat Warganet

Danny Pomanto menyebut Rachma merupakan salah satu peabat di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar. Rachma menjabat sebagai kepala seksi.

“Kepala seksi kah apa. Maksudnya saya tahu orangnya,” ucap Danny, Minggu (17/4/2022).

Pekerjaan Rachmawaty

Foto: Kliktrend.com – Web/@pojoksatu

Danny Pomanto menyebut Rachma merupakan salah satu pengurus persatuan karate.

“Iya, kalau tidak salah dia pengurus karate atau pengurus olahraga apa. Saya kan Ketua Forki Makassar,” ucap Danny.

Trending: Terlibat Cinta Segitiga, Kasatpol PP Makassar Nekat Bunuh Orang

Kendati demikian, Danny tidak berspekulasi terkait cinta segitiga antara Kasatpol PP Makassar, Rachma, dan pegawai Dishub, Najamuddin Sewang.

Cinta segitiga itu yang menjadi motif Kasatpol PP Makassar membunuh Najamuddin.

“Namanya rumor sering kita dengar tapi pastinya itukan biarkan di penyelidikan,” beber Danny.

Keterangan Kapolrestabes Makassar

Rebutan Janda, Kasatpol PP Makassar Terancam Dihukum Mati
Foto: Kliktrend.com – Web/@tribunmakassar

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budi Haryanto mengatakan kasus penembakan Najamuddin pada 3 April 2022 merupakan masalah pribadi, bukan teror.

“Untuk motif daripada pelaku ini adalah cinta segitiga. Motif pribadi,” jelas Kombes Budi Haryanto.

Trending: Usai Heboh Tidak Pakai Bra, Gisel Tampil Imut dengan Rok Mini

“Tidak ada teror di Kota Makassar ini, tapi ini adalah motif atau masalah pribadi, sehingga terjadi penembakan pada Minggu, 3 April 2022,” tambahnya.

Ia menyebut para pelaku penembakan yang menewaskan Najamuddin sudah ditangkap.

“Kasus penembakan yang terjadi pada 3 April itu sudah berhasil kita ungkap dan kita tangkap pelakunya,” tandas Kombes Budi Haryanto.*

Artikel SebelumnyaRaffi Ahmad Sebut Nita Gunawan Kalah Jauh dari Nagita Slavina
Artikel BerikutnyaPunya Postur Pendek, Aurel Hermansyah Jadi Korban Hinaan Warganet